[TERNYATA DIA YANG SAYANG TULUS SAMA AKU...]
Kira-kira siapa ya? Si dia tuh siapa? Padahal gue jomblo hahaha...
Mungkin dari cerita di bawah bisa ditebak siapa sih "dia" itu. Check it out!
.
.
Cerita ini bermula dari suatu waktu dalam hidup gue yang udah hidup selama 20 tahun ini wkwk.
Beberapa waktu lalu, gue sempat merasa stressful karena suatu hal yang hilang dari hidup gue. Hm, lagi-lagi teringat sama novel yang ditulis sama salah satu youtuber favorit gue, Gita Savitri Devi, tentang tulisan dia yang intinya hidup di dunia itu ya harus ikhlas, ikhlas, ikhlas. Dari situ gue mencoba ikhlas dengan segala kejadian dan kemungkinan yang bisa terjadi.
Setelah beberapa waktu kemudian, saat gue sudah merasa agak tenang dan mencoba untuk mengikhlaskan segala hal yang terjadi, mulai deh gue mencoba mencari hal-hal baru yang mau gue tau (ikutin saran temen-temen). Mulai deh ada konflik baru, ya, bingung mau mulai darimana buat cari hal-hal baru. Ujung-ujungnya tetap stay on handphone deh.
*Scroll up*
*Scroll down*
Gitu aja terus kerjaannya.
Setelah beberapa kali liat handphone, tiba-tiba sadar kalau saat itu lagi booming-boomingnya orang nge-post tugas ospek yang isinya tentang chat dengan orang hebat di universitasnya masing-masing. Isi chat nya ngga jauh-jauh dari pertanyaan bagaimana cara membagi waktu antara akademik, organisasi, dan prestasi.
Dari situ gue iseng aja baca satu persatu, EH ternyata.......mereka-mereka bener-bener bisa membagi waktunya, dimana akademik jalan, organisasi jalan, dan prestasi juga banyak.
Disitu gue merasa sedih, da aku mah atuh cuma serpihan atom yang ndak ada prestasi apa-apa, non akademik aja ngga apalagi akademik yang mengharuskan mikir lebih keras.
.
.
Itu yang pertama, yang kedua.
Gara-gara hal tersebut, jadi deh kepikiran terus jadi harus gimana untuk menjadi mahasiswi yang baik.
Selain hal itu juga, gue juga sering dapat chat dari OA (soalnya jomblo), yang isinya post mahasiswa-mahasiswi di kampusku juara sana, juara sini. HM, tambah galau aja udah hidup :""
Tiba-tiba ada aja secuplik niat dan doa: pengen deh masuk kaya yang di OA itu, punya prestasi selain kuliah.
Nah! Dari sini baru berawal deh semuanya.
Dari situ tiap hari makin sering aja bergumam sendiri dalam hati, "Kapan ya kapan ya bisa masuk OA itu"
Setelah itu terbersit..kira-kira siapa ya yang bisa ngajarin dan mau kerjasama sama gue buat menggapai niatan masuk OA itu.. Secara, gue ngga punya bekal apa-apa tentang hal-hal kaya gitu, pernah lomba juga cuma lomba paskibra di SMA.
Di satu hari, gue kuliah seperti biasa, tidak ada yang spesial. Tidak sengaja gue teringat dengan hal tersebut dan gue coba menyusuri penglihatan gue di kelas dari ujung sana ke ujung sini. Eh gue sedikit terpikir, "Kayanya dia nih orang yang bisa ngajarin, yang bisa diajak kerjasama, yang mungkin ada ketertarikan yang sama untuk memiliki prestasi selain akademik di kampus".
Kendala lain muncul, "Eh tapi kan gue ngga deket sama sekali sama dia. Gimana caranya biar bisa ngomong ini atau setidaknya deket dulu deh baru nanti kalo udah deket bisa lah ngomong-ngomong curhat gitu".
.
.
Omongan manusia itu doa yang bisa didengar oleh-Nya.
.
.
.
Entah darimana asalnya, tiba-tiba gue deket sama temenku ini! Aneh bin ajaib..
Jadi sering makan bareng, curhat, cerita ini-itu, dan banyak lainnya juga..
Hingga pada suatu sore, dia bilang, "Git, kamu tertarik ngga sih sama LKTI?"
*JENG-JENG*
.
.
Lagi-lagi omongan itu doa..
Dari obrolan itu jadi deh gue sama dia ikut LKTI bareng, hingga tiba dimana dapat kabar bahwa kita lolos menjadi finalis di salah satu kompetisi karya tulis yang kami ikuti.
Dan ya udah semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, semampu yang kami bisa, dan berangkat ke tempat penyelenggara, yaitu di Pontianak.
By the way, gue belum pernah naik pesawat loh ya. Sekalinya keluar pulau cuma naik kapal doang.
Jadilah panik-panik ajaib dong for the first time in forever keluar pulau dengan jalur udara.
Final diselenggarakan selama 3 hari dengan hari terakhir ada agenda field trip (ini yang ditunggu-tunggu). Setelah field trip, ada juga yang buat deg-degan, pengumuman pemenang.
Hm, sebenarnya udah sedikit hopeless juga sih dan mencoba meyakinkan hati, "Yang penting pengalamannya, Git! Hasil baik itu bonus".
Tiba-tiba ada sesuatu yang gue anehkan, sepengetahuan gue dan temenku juara hanya diumumkan 1 sampai 3, tapi tiba-tiba ada juara harapan.
Juara 3 sudah diumumkan dan bukan nama kami, kemudian MC mengatakan ada juara harapan. Dan ada nama yang familiar disebutkan MC, akhirnya kami maju ke panggung. Setelah itu, juara lain pun disebutkan satu persatu.
.
.
Beberapa jam sebelum gue buat postingan ini, tiba-tiba ada notifikasi dari LINE tepatnya dari OA kampusku dan jadilah keinginanku yang berawal dari gumaman dalam hati menjadi kenyataan:)
(Semoga ini yang pertama dan menjadi jalan untuk yang kedua, ketiga, dan seterusnya! Aamiin..)
Ternyata Dia yang sayang tulus sama gue. Cuma bergumam dalam hati saja Dia udah tau keinginan gue. Cuma dengan kekuatan niatan yang ikhlas aja Dia merencanakan segala hal yang ngga gue tahu sebelumnya dan menjadikan rencananya benar-benar membuat gue terkejut.
Jadi merasa malu, selama ini gue kemana, selama ini gue berusaha membahagiakan manusia yang hatinya mudah saja dibolak-balikkan oleh Dia dan akhirnya gue mengalami kehilangan yang membuat gue stressful dengan dunia, padahal ada Dia yang punya banyak kejutan-kejutan yang bisa membuat gue terkejut pastinya.
Omongan itu bisa menjadi doa, so be careful with your words!
wah siapa nama temennya? kayaknya temenmu orangnya baik dan menyenangkan yaa :)))
ReplyDeleteWKWKW semoga nanti bisa ketemu ya gin
Delete